Langsung ke konten utama

Postingan

Keagungan dan Keindahan Ilahi | Menundukan Diri Sendiri | Wasiat dari Wali Allah Syeh Abdul Qadir Al-Jailani

Keagungan dan Keindahan IlahiSesungguhnya kehendak Allah itu dapat dilihat oleh mata batin, dan pengalaman rohani para wali dan badal, serta tidak pernah terjangkau oleh nalar dan mata kasar. Perwujudan kehendak Allah yang dapat di rasakan dan dilihat oleh mata batin para wali dan sufi berupa jalal (keagungan) dan jamal (keindahan).

Keagungan atau Jalal ini menimbulkan kegelisahan, pemahaman yang menggundahkan, yang menguasai hati, sehingga bergetar dan berpengaruh pula pada jasmaniahnya. 
Hal ini sebagaimana di riwayatkan bahwa apabila Rasulullah Shallallahu A'laihi Wasalam. shalat, di dalam hatinya terdengar gemuruh, bagaikan air yang mendidih. Getaran itu disebabkan oleh mata batinnya dan pengalaman rohaniahnya melihat kekuasaan dan kebesaran Allah Subhanu Wata'ala. Hal yang serupa juga dialami pula oleh Nabi Ibrahim a.s. dan Umar bin Khathab r.a.
Adapun perwujudan Jamal (keindahan) Illahi dapat dirasakan oleh hati yang telah mendapatkan nur, Refleksinya tampak pada gerakan…

Empat Macam Permohonan Manusia Kepada Allah dan Jangan Biarkan Desah Nafas Kosong dari Zikrullah

EMPAT MACAM PERMOHONAN MANUSIA KEPADA ALLAH
Artinya: "Tuntutan (permintaan) Anda kepada Allah mengandung pengertian bahwa Anda berprasangka tidak baik kepada-Nya. Permohonan Anda agar selalu dekat dengan Allah, mengandung pengertian, bahwa Anda jauh dari-Nya. Permohonan Anda kepada selain Allah, mengandung pengertian, minimnya rasa malu Anda kepada-Nya. Permohonan Anda bukan kepada Allah, menunjukkan bahwa Anda jauh dari Allah."
Bagi seorang hamba yang tengah meniti jalan spiritual menuju Allah, hendaklah ia fokus dan sibuk hanya dengan amal-amal saleh yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah. Bukan disibukkan dengan berbagai permintaan akan sesuatu. Karena permintaan-permintaan semacam itu, dalam pandangan orang yang arif (ma'rifat) dan kuat akidahnya adalah nyata-nyata tercela. Baik permintaan kepada Allah maupun kepada makhluk, kecuali sebagian permintaan dalam kerangka pendidikan, penghambaan dan kebaktian kepada Allah, pemenuhan perintah-perintah-Nya, dengan menam…

Hati Yang Bersinar Terang, Hati Yang Redup Padam, Antara ada dan Tiada, Cahaya dan Gulita

ANTARA HATI YANG BERSINAR TERANG DAN YANG REDUP LAGI PADAM
"Bagaimana mungkin hati manusia akan memancarkan cahaya, bila cermin hatinya masih memantulkan beraneka macam  gambaran tentang alam duniawi ? Bagaimana bisa, seorang menempuh perjalanan menjumpai Allah, sementara ia  terbelenggu dengan nafsu syahwat. Bagaimana mungkin seorang hamba masuk ke hadhirat Allah, sedangkan ia belum bersih dari janabat kelalainnya. Bagaimana mungkin seorang hamba mampu memahami berbagai rahasia yang halus dan dalam, sementara ia belum juga bertobat dari kesalahannya."
Terkumpulnya dua perkara yang berlawanan dalam suatu tempat pada saat yang bersamaan adalah mustahil. Sebagaimana berkumpulnya antara gerak dan diam, antara cahaya dan kegelapan. Perkara-perkara inilah yang oleh pengarang (Ibnu Athaillah), disebut sebagai hal yang berlawanan yang tidak akan dapat berkumpul.
Berbinar-binarnya sinar hati adalah dengan cahaya keimanan dan keyakinan. Sebaliknya gelapnya hati adalah karena gambaran…

Manfaat Uzlah Bagi Pencerahan Hati dan Ketajaman Pikiran

MANFAAT UZLAH BAGI PENCERAHAN HATI DAN KETAJAMAN PIKIRAN
Artinya: "Tak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi hati sebagaimana uzlah, sebab dengan memasuki uzlah alam pemikiran kita  akan menjadi lapang."
Mengobati penyakit hati bagi seorang murid merupakan sebuah kewajiban. Sementara penyakit-penyakit hati itu terjadi  karena kekalahannya terhadap hukum-hukum tabiat dari pergaualannya yang berlawanan dengan kehendak kesucian hatinya, terpaku dengan kebiasaan-kebiasaan buruk dan karena mengikuti kehendak hawa nafsunya serta merasa senang dengan perasaan alam indrawi.
Untuk mengobati penyakit hati ada banyak cara yang bisa ditempuh, tetapi yang paling ampuh dan bermanfaat ialah dengan cara mengasingkan diri dari keramaian hiruk pikuk manusia (uzlah) melakukan perenungan, menghidupkan jiwa dan mensucikan pikiran.
Dengan beruzlah, secara lahir seseorang menjadi terhindar dari pergaulan orang-orang yang tidak patut untuk dipergauli dan selamat dari orang-orang yang akan memasukk…

HINDARI BERAMAL DEMI MENCARI POPULARITAS

HINDARI BERAMAL DEMI MENCARI POPULARITAS
Artinya: "Tanamlah wujud Anda di hutan belukar (di dalam tanah yang tidak dikenal), karena tidak akan tumbuh suatu tanaman pun, apabila tidak ditanam. Kalaupun tumbuh, maka tidak akan sempurna. "
Tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya bagi seorang murid daripada kemasyhuran dan popularitas. Karena yang demikian itu, merupakan luberuntungan nasib yang paling besar, di mana ia diperintahkan untuk meninggalkannya. Dia harus berjuang keras Untuk meninggalkan dan tidak mencari popularitas. Karena bagi seorang murid kemasyhuran, mencari kedudukan dan popularitas adalah berlawanan dengan tujuan Ibadah yang dijalankannya. Ibrahim bin Adham berkata: Artinya: "Tidaklah benar-benar ikhlas karena Allah orang yang menyukai kemasyhuran." Sebagian ulama yang lain berkata: "Jalan kami ini, memang tidak pitntas dilalui, kecuali bagi kaum yang menyapu bersih kotoran ruh-i till niereka yang memang harus disingkirkan." Ayyub As-Sakhtia…

IKHLAS ADALAH RUH AMAL

IKHLAS ADALAH RUH AMAL
Artinya: "Keaneragaman jenis amal terjadi sesuai dengan situasi dan kondisi yang masuk ke dalam hati manusia. Kerangka amal adalah perbuatan yang nyata, sedangkan ruhnya adalah ikhlas. "
Situasi hati dimaksud adalah sesuatu yang terjadi pada hati dari kema'rifatan ketuhanan dan rahasia-rahasia rohani. Hal-hal itu, merupakan penyebab terjadinya keadaan hati menjadi terpuji. Peristiwa dan kejadian yang masuk ke dalam hat itu, di antaranya membuat hati menjadi takut; ada yang membuatnya menjadi tenang; ada yang membuat ciut nyalinya; ada yang membuatnya menjadi lapang dan lain sebagainya.
Apabila kejadian-kejadian yang masuk ke dalam hati itu beraneka ragam jenisnya, maka berbagai jenis amal yang terdorong olehnya pun menjadi beraneka ragam pula. Amal-amal lahir selamanya selalu mengikuti atau menurut situasi batin yang ada di dalam hati. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Athaillah: "Kerangka amal adalah perbuatan yang nyata, sedangkan ruhnya a…

Postingan populer dari blog ini

Meninggalkan Syubhat

Meninggalkan Syubhat untuk Mempertajam Mata Bathin dan Indra Keenam


Salah satu dari sekian banyak faktor penyebab tertutupnya mata hati adalah karena terlalu meremehkan syubhat. Syubhat adalah sesuatu yang hukumnya tidak jelas; berada di antara halal dan haram. Karena itu orang-orang sufi lebih memilih untuk meninggalkan syubhat.

Meninggalkan syubhat’ berarti telah menjalankan sifat wara’ (hati-hati). Adapun syubhat, di dalamnya menyangkut aktivitas kehidupan, semisal makan, minum, pakaian, pembicaraan yang berlebihan.

Dalam pandangan sufi, wara’ meninggalkan syubhat merupakan wara’ dalam tingkatan paling dasar. Adapun wara’ pada tingkatan berikutnya ialah meninggalkan apa saja yang menjadi keinginan hati, yang berlebihan, baik berupa benda maupun perilaku. Tingkatan wara’ yang lebih tinggi dari itu ialah meninggalkan segala macam yang tidak bermanfaat.

Hal itu sejalan dengan hadis Rasulullah yang berasal dari Abu Dzar :

Sebagian dari kesempurnaan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuat…

Amanah

Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu. ”Artinya mereka menolak menerima tawaran itu karena khawatir tidak bisa menjalankannya dengan baik lalu mendapat siksa. Atau, mereka takut mengkhianati amanat itu. 
Makna amanat dalam ayat tersebut adalah ketaatan ibadah dan kewajiban-kewajiban yang berkenaan dengan pahala atau siksa. Imam al-Qurthubi berkata, “Amanat itu mencakup semua kegiatan agama menurut yang shahih dari pendapat-pendapat ulama.” Dalam hal ini Ibnu Mas’ud berkata, “Amanat yang dimaksudkan ialah berupa amanat harta seperti barang-barang titipan dan yang lain-lain. Sesungguhnya amanat itu ialah mencakup semua kewajiban. Adapun yang paling berat nilainya adalah amanat harta.” 
Ibnu Darda’ berkata, “Mandi janabah juga termasuk bentuk dari amanat.” Hal ini ditegaskan oleh Ibnu Umar, “Karena pertama kali yang diciptakan Allah dari manusia ialah farjinya. ” Allah berfirman, “Dia adalah sebuah a…

ANTARA PERSOALAN REZEKI DAN TUNTUTAN BERIBADAH

ANTARA PERSOALAN REZEKI DAN TUNTUTAN BERIBADAH
Artinya:
"Kesungguhan Anda dalam mencari rezeki yang telah dijamin oleh Allah bagi Anda, dan mengabaikan apa yang menjadi tuntutan Allah terhadap Anda (kewajiban beribadah), adalah merupakan petunjuk atas tertutupnya mata hati Anda. "
Sesuatu yang telah dijamin oleh Allah bagi hamba adalah persoalan rezekinya. Dengan rezeki itu, seorang hamba bisa tetap tegak wujud dan keberadaannya di dunia. Makna bahwa Allah menjamin dan menanggung rezeki hamba-hamba-Nya dimaksud adalah agar mereka dapat membebaskan dirinya dari memikirkan persoalan rezeki. Mereka tidak dituntut bersunguh-sungguh dalam berusaha mencarinya, dan tidak pula mencurahkan perhatiannya pada persoalan rezeki. Tetapi sesuatu yang dituntut dari seorang hamba adalah amal ibadah dan kebaktiannya yang dapat mengantarkannya untuk mencapai kebahagiaan hidup di akhirat dan mendekatkan diri kepada Allah swt.
Tuntutan terhadap persoalan ibadah dan ketaatan itu, dimaksud agar seo…
Copyright © Kunci Kegaiban. All rights reserved.